Assalamuallaikum
bertemu lagi bersama saya dengan inspirasi-inspirasi yang membuat anda menjadi
lebih baik lagi. Disini saya akan menjelaskan tentang arti BUSUK dalam
kehidupan sehari-hari. Apakah Anda tahu arti BUSUK tersebut?
Seharusnya
muncul rasa mual setiap kali disebut atau mencium kata busuk. Seharusnya kita
menyingkir, menutup hidung atau setidaknya bergidik saat bertemu dengan sesuatu
yang busuk. Seharusnya kita tidak saja menghindar, tapi harus mengusir,
menyingkirkan dan membasmi semua sember yang menyebarkan kebusukan.
Tapi
kadang-kadang, bahkan kalian sering kali kita tak bisa melakukan itu semua.
Padahal semua itu adalah fitrah. Kita dipaksa berkompromi dengan kebusukan.
Kita terlibat dalam proses berkompromi dengan kebusukan. Kita terlibat dalam
proses yang busuk. Bahkan lebih parah lagi, kita tak lagi mencium dan merasakan
kebusukan, entah kenapa. Bisa jadi kita acuh, bisa pula tak berdaya, atau
jangan-jangan kita sudah menikmati dan menjadi kebusukan itu sendiri.
Nyaris
kita tahu semua, siapa yang busuk, dimana yang busuk, atau apa yang busuk. Tapi
lagi-lagi kita hanya tahu dan tak berdaya. Kebenaran menjadi lumpuh, tak
menghasilkan apa-apa. Kebaikan menjadi mandul tak melahirkan apa-apa. Jangan
abaikan nurani, jangan sekali-kali melibas fitrah, kebusukan harus diperangi.
Setidaknya
ada tiga pangkal yang harus kita rintis bersama. Pertama tentu saja memperbaiki
individu kita sendiri. Kita harus mengubah diri sendiri menjadi lebah, mencari
yang baik dan menghasilakan kebaikan. Tak suka yang busuk dan hanya mencari
wewangian.
Setelah
lahir individu-individu yang saleh baik secara personal maupun sosial, mereka
harus menyerbu dan memperbaiki tatanan. Hukum harus diperbaiki, sistem harus
dipenuhi kebaikan, dan pemerintahan yang bathil harus diruntuhkan. Karena,
bagaimana pun baik sebuah sistem, masih saja menyisakan celah bagi orang-orang
busuk untuk dimanfaatkan. Orang-orang baik seharusnya seperti ombak, tak kenal
lelah menghajar karang untuk merebut pantai. Orang-orang baik harus berada di seluruh
lapisan permerintahandan tatanan negara karena orang-orang busuk selalu
mengintai dan mengincar sesuatu yang harus mereka dapatkan. Orang-orang baik
harus menyerbu dan mengusir kebusukan yang berbentuk apa atau siapa yang berada
dimana pun jua.
Setelah
individu dan tatanan telah menjadi ladang garapan, selanjutnya, membentuk
masyarakat yang baik adalah impian. Tentu saja selalu ada hal-hal yang buruk,
tapi membangun masyarakat yang baik sama
sekali bukan utopia. Dan seharusnya, setiap muslim lebih dari uamt mana pun
dalam hal ini. Sebab, islam adalah musuh abadi kebathilan.
Islam
adalah cahaya yang mngusir gelap. Islam adalah kekuatan yang mengenyakan
kebusukan. Seharusnya, kita berada pada baris pertama, berdiri paling dulu dan
bersiap lebih awal menghadapi kebusukan. Itu semua karena kita seorang muslim
yang percaya pada kebaikan sang maha baik.
Kita
seharusnya menjadi bintang-bintang zaman. Dan itu tidak ada cara lain kecuali
dengan menjadi hamba-hamba allah yang mulia. Hamba yang selalu berbuat baik dan
memerangi kebathilan. Hamba yang tak pernah gentar menyapu kebusukan hamba yang
tak kenal kompromi dengan segala bisikan setan
Jadi
nyaris kita tahu semua, siapa yang busuk, dimana yang busuk, atau apa yang
busuk. Tapi lagi-lagi kita hanya tahu dan tak berdaya. Kebenaran menjadi
lumpuh, tak menghasilkan apa-apa kebaikan menjadi mandul tak melahirkan
apa-apa.****
