Sabtu, 04 Juli 2015

arti kata busuk dalam kehidupan sehari-hari



Assalamuallaikum bertemu lagi bersama saya dengan inspirasi-inspirasi yang membuat anda menjadi lebih baik lagi. Disini saya akan menjelaskan tentang arti BUSUK dalam kehidupan sehari-hari. Apakah Anda tahu arti BUSUK tersebut?

Seharusnya muncul rasa mual setiap kali disebut atau mencium kata busuk. Seharusnya kita menyingkir, menutup hidung atau setidaknya bergidik saat bertemu dengan sesuatu yang busuk. Seharusnya kita tidak saja menghindar, tapi harus mengusir, menyingkirkan dan membasmi semua sember yang menyebarkan kebusukan.

Tapi kadang-kadang, bahkan kalian sering kali kita tak bisa melakukan itu semua. Padahal semua itu adalah fitrah. Kita dipaksa berkompromi dengan kebusukan. Kita terlibat dalam proses berkompromi dengan kebusukan. Kita terlibat dalam proses yang busuk. Bahkan lebih parah lagi, kita tak lagi mencium dan merasakan kebusukan, entah kenapa. Bisa jadi kita acuh, bisa pula tak berdaya, atau jangan-jangan kita sudah menikmati dan menjadi kebusukan itu sendiri.

Nyaris kita tahu semua, siapa yang busuk, dimana yang busuk, atau apa yang busuk. Tapi lagi-lagi kita hanya tahu dan tak berdaya. Kebenaran menjadi lumpuh, tak menghasilkan apa-apa. Kebaikan menjadi mandul tak melahirkan apa-apa. Jangan abaikan nurani, jangan sekali-kali melibas fitrah, kebusukan harus diperangi.

Setidaknya ada tiga pangkal yang harus kita rintis bersama. Pertama tentu saja memperbaiki individu kita sendiri. Kita harus mengubah diri sendiri menjadi lebah, mencari yang baik dan menghasilakan kebaikan. Tak suka yang busuk dan hanya mencari wewangian.

Setelah lahir individu-individu yang saleh baik secara personal maupun sosial, mereka harus menyerbu dan memperbaiki tatanan. Hukum harus diperbaiki, sistem harus dipenuhi kebaikan, dan pemerintahan yang bathil harus diruntuhkan. Karena, bagaimana pun baik sebuah sistem, masih saja menyisakan celah bagi orang-orang busuk untuk dimanfaatkan. Orang-orang baik seharusnya seperti ombak, tak kenal lelah menghajar karang untuk merebut pantai. Orang-orang baik harus berada di seluruh lapisan permerintahandan tatanan negara karena orang-orang busuk selalu mengintai dan mengincar sesuatu yang harus mereka dapatkan. Orang-orang baik harus menyerbu dan mengusir kebusukan yang berbentuk apa atau siapa yang berada dimana pun jua.

Setelah individu dan tatanan telah menjadi ladang garapan, selanjutnya, membentuk masyarakat yang baik adalah impian. Tentu saja selalu ada hal-hal yang buruk, tapi membangun  masyarakat yang baik sama sekali bukan utopia. Dan seharusnya, setiap muslim lebih dari uamt mana pun dalam hal ini. Sebab, islam adalah musuh abadi kebathilan.

Islam adalah cahaya yang mngusir gelap. Islam adalah kekuatan yang mengenyakan kebusukan. Seharusnya, kita berada pada baris pertama, berdiri paling dulu dan bersiap lebih awal menghadapi kebusukan. Itu semua karena kita seorang muslim yang percaya pada kebaikan sang maha baik.

Kita seharusnya menjadi bintang-bintang zaman. Dan itu tidak ada cara lain kecuali dengan menjadi hamba-hamba allah yang mulia. Hamba yang selalu berbuat baik dan memerangi kebathilan. Hamba yang tak pernah gentar menyapu kebusukan hamba yang tak kenal kompromi dengan segala bisikan setan


Jadi nyaris kita tahu semua, siapa yang busuk, dimana yang busuk, atau apa yang busuk. Tapi lagi-lagi kita hanya tahu dan tak berdaya. Kebenaran menjadi lumpuh, tak menghasilkan apa-apa kebaikan menjadi mandul tak melahirkan apa-apa.****

Unknown

About Unknown

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.