Jumat, 03 Juli 2015

Ada 6 situasi tentang halangan uang




Selamat pagi para sahabat sekalian, bertemu lagi bersama saya yang membuat Anda terinspirasi saat membaca atikel ini. Sekarang saya akan membicarakan tentang halangan dalam uang yang membuat Anda bisa menjadi orang yang kaya.

Mari kita lihat bagaimana dan mengapa sebagian orang justru  mencegah mereka sendiri untuk menjadi kaya.
Banyak orang merasa tidak nyaman dengan uang karena berbagai alasan sehingga mereka tetap saja miskin. Ini kedengarannya tidak masuk akal, tetapi benar. Bayangkan diri Anda dalam situasi berikut untuk melihat apakah Anda merasa enak atau tidak kalau mempunyai uang.

Situasi A
Anda baru saja menarik uang kontan sebesar 5000 dolar dari bank untuk membeli mobil bekas. Dalam perjalanan pulang dari bank Anda bertemu dengan seorang teman dan mampir di kafe untuk minum kopi. Sewaktu Anda membayar minuman, teman Anda melihat dompet Anda penuh uang.
Apakah Anda akan merasa malu dan buru-buru menjelaskan ke teman Anda alasan Anda membawa uang sebanyak itu, atau apakah Anda merasa nyaman membawa uang itu dan tidak mengatakan apa-apa kepadanya?
(AGAR BISA MEMPEROLEH UANG ATAU MENABUNGNYA ANDA HARUS MERASA NYAMAN DENGANYA. Jika Anda merasa tidak enak membawa atau memilikinya, dengan atau tanpa sadar Anda akan benar-benar tidak memilikinya.)
Dan jika teman  Anda ingin meminjam uang dari Anda apakah anda akan memberikannya  atau meminjamkannya padahal Anda sendiri juga membutuhkannya?

Situasi B
Di sebuah pesta, Anda bertemu seseorang yang dengan sungguh-sungguh mengatakan, tanpa menyombongkan diri, bahwa ia bisa memperolehuang dengan begitu mudah karena uang mengalir dari terlinganya. Bagaimana pendapat Anda tentang orang  ini dan tentang pendapatnya.
(AGAR KAYA, KITA PERLU MERASA SENANG MELIHAT KAMAKMURAN ORAN LAIN. Jika jauh dalam lubuk hati Anda-Anda menganggap orang kaya tidak baik hatinya, Anda akan tetapii miskin karena Anda tidak membenci diri sendiri, bukan?)

Situasi C
Anda sedang berbelanja dengan seorang teman dan ternyata dompet Anda ketinggalan dirumah. Teman Anda bisa meminjami Anda uang siang itu. Bagaimana perasaan Anda meminjam 50 dolar darinya? Apakah Anda lebih suka pulang dan mengambil dompet Anda?
(yang penting bagi kemakmuran Anda adalah Anda merasa layak ditolong. YANG PENTING ADALAH ANDA MERASA LAYAK MENDAPAT PERTOLONGAN, (DAN UANG) KARENA KEMAMPUAN ANDA MENERIMA MENENTUKAN KEMAKMURAN ANDA.)

Situasi D
ketika merogoh ke dalam saku, Anda measa uang sejumlah dua puluh dolra Anda hilang. Apakah Anda diam-diam berkata, “Ah, biarlah, mungkin orang lain lebih memerlukan uang itu daripada saya,” atau apakah Anda menyesali diri tak habis-habisnya karena kehilangan uang untuk membayar sewa itu?
(APABILA KITA TERLALU TERIKAT DENGAN UANG, KITA AKAN SULIT MEMPEROLEH DAN MEMPERTAHANKANNYA.)

Situasi E
Bayangkan uang yang Anda hasilkan dalam satu bulan lebih banyak dari yang dihasilkan ayah Anda dalam setahun. Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu? Apakah Anda merasa “bersalah” atas keberhasilan itu. Bagaimana perasaan Anda tentang ayah Anda yang mengetahui keberhasilan Anda?
(APABILA KESUKSESAN MEMBUAT ANDA CANGGUNG, ANDA AKAN MENCEGAH DIRI ANDA SENDIRI UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN.)

Situasi F
Banyak orang menghubungkan kemiskinan dengan spiritualias. Anggapan mereka adalah menjadi miskin itu mulia.
Menurut Anda, bagaimana perasaan tuhan ketika Dia tahu Anda menghasilkan satu juga dolar per tahun? Apakah menurut Anda Dia akan berkata, “Bukan main rakusnya orang ini!” atau apakah menurut Anda Dia akan berkata, “Selamat! Kamu pasti telah melakukan sesuatu dengan baik.”

KEMAKMURAN DAN KEBEBASAN DARI KEINGINAN MENUNJUKKAN BAHWA KITA, SEBAGAI INDIVIDU, TELAH MENCAPAI KESEIMBANGAN. Buku-buku spiritual mendorong kita supaya berderma kepada kaum miskin, bukan bergabung dengan kemiskinan mereka.

Unknown

About Unknown

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.