Kamis, 02 Juli 2015

KEMAKMURAN ? apakah itu ?

Assalamuallaikum sekarang kita akan membahas tentang “KEMAKMURAN”, apakah para pembaca mengetahui apakah itu kemungkaran. Disini kami akan memberikan informasi tentang KEMAKMURAN.
“Hal terbaik yang bisa Anda lakkukan untuk kaum miskin adalah tidak menjadi salah satu dari mereka”.
Berdasarkan pengalaman saya, banyak orang percaya bahwa kalau sudah samapi ke masalah uang dan kemakmuran, semua pikiran positif, kerja keras, dan sikap yang benar tidak akan pernah sedikit pun mempengaruhi kemampuan mereka untuk membayar semua rekening di akhir bulan.
Kenyataannya adalah pikiran sadar dan bawah sadar Anda selalu menciptakan berbagai hasil dalam kehidupan Anda Termasuk menentukan jumlah simpanan Anda di bank. Kemakmuran atau ketidakmakmuran Anda adalah hasil dari pikiran Anda. Pikiran dan sistem kenyakinan menentukan posisi Anda, dan Anda akan menjadi kaya atua miskin tergantung bagaimana Anda melatih pikiran Anda. Yang Anda pikirkan adalah yang Anda peroleh. Jika Anda berpikir diri Anda miskin, Anda miskin. Jika Anda berpikir diri Anda kaya, Anda kaya.
Mari kita ambil contoh Mahmid yang percaya bahwa ia harus berjuang untuk membayar semua rekening bulanannya. Mahmid mungkin hanya akan melamar pekerjaan yang gajinya rendah karena menurutnya posisi itulah yang sesuai untuknya. Ia mungkin hanya bergaul dengan orang yang keadaan ekonominya setaraf dengannya karena di lingkungan itulah ia merasa nyaman. Orang-orang ini menegaskan pemikirannya bahwa hidup itu sulit. Dengan teman-taman seperti itu, ia akan cenderung tidak mengembangkan pemikirannya sampai ke kemungkinan yang dapat diwujudkannya.
Mahmid mungkin berasal dari keluarga yang mempunyai sikap yang sama terhadap uang dan selalu serba kekurangan. Kondisi ini memperngaruhi sistem keyakinan mahmid.
Sebagai besar hasil yang kita peroleh dalam hidup ini bersumber dari apa yang kita harapkan. Jika Mahmid mengharapkan kekurangan uang, itulah yang akan diperolehnya. Karena ia mempunyai suatu program di sel-sel otaknya yang mengatakan, “kamu tidak akan pernah punya uang, Mahmid,” maka tanpa disadarinya, setiap kali ia punya uang lebih, ia akan menghabiskannya. Tanpa disadarinya pula, ia akan berpendapat, “Rasanya aneh; punya uang lebih seperti ini! Sebaliknya aku membeli sesuatu agar aku merasa normal kembali tak beruang!”
Dengan berbicara pada diri sendiri, Mahmid juga akan mempertebal keyakinannya bahwa masalah uang adalah bagian penting dari kehidupan. Ia akan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tidak akan pernah punya uang karena aku tidak berpendidikan.” Jika pendidikan yang tinggi berperan penting dalam upaya menjadi kaya, para profesor di universitas mungkin sudah menjadi jutawan sekarang. Saya kenal banyak orang berpendidikan tinggi yang selalu tak beruang, dan banyak orang berpendidikan rendah yang luar biasa kayannya.
Mahmid mungkin berdalih, “Aku memilih pekerjaan yang salah. Pekerjaanku tidak bisa membuatku kaya,” pada kenyataanya, banyak orang yang melakukan pekerjaan sembilan sebagai langkah awal menjadi kaya. Sementara sebagian lainnya ganti pekerjaan.
Waktu mungkin adalah kuncinya. Mahmid mungkin berdalih ia tidak mempunyai cukup waktu untuk bisa kaya. Bagini Mahmid, semua orang mempunyai waktu yang sama, yaitu dua puluh empat jam setiap hari tidak seorang pun yang mendapat lebih atau kurang dari itu.
Selanjutnya, teman kita ini mungkin membantah bahwa ia ingin makmur tetapi tanpa perlu membanting tulang. Sekali lagi, kita bisa melihat ribuan orang yang bekerja berjam-jam dan tetap saja miskin. Di sisi lain, ada yang bekerja dalam batas waktu yang wajar dan menjdai kaya. Kerja keras hanya salah satu unsur, tetapi tidak menjamin Anda bisa kaya! Jika Anda bekerja mencabuti bulu ayam di pabrik selama sepuluh jam sehari, usaha mencabuti bulu ayam lebih banyak tidak membuat Anda lebih kaya. Dalam posisi demikian, yang Anda perlukan adalah pergantian strategi!
Saya bukannya ingin membuat penilaian di sini. Uang bisa berarti baik, juga bisa berarti sebaliknya. Uang adalah uang. Mahmid, atau siapa pun juga, mungkin benar-benar bahagia dengan keadaanya sekarang. Yang ingin saya tekankan adalah keadaan Mahmid dciptakan oleh dirinya sendiri. Jika ia memutusakan berubah, ia pasti bisa meraih tujuannya.

Sebentar lagi kita akan melihat beberapa tindakan yang bisa dilakukan Mahmid (atau Anda) untuk mejadi kaya.

Unknown

About Unknown

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.