Selamat pagi para
sahabat sekalian, bertemu lagi bersama saya yang membuat Anda terinspirasi saat
membaca atikel ini. Sekarang saya akan membicarakan tentang halangan dalam uang
yang membuat Anda bisa menjadi orang yang kaya.
Mari kita lihat
bagaimana dan mengapa sebagian orang justru
mencegah mereka sendiri untuk menjadi kaya.
Banyak orang merasa
tidak nyaman dengan uang karena berbagai alasan sehingga mereka tetap saja
miskin. Ini kedengarannya tidak masuk akal, tetapi benar. Bayangkan diri Anda
dalam situasi berikut untuk melihat apakah Anda merasa enak atau tidak kalau
mempunyai uang.
Situasi
A
Anda baru saja menarik
uang kontan sebesar 5000 dolar dari bank untuk membeli mobil bekas. Dalam
perjalanan pulang dari bank Anda bertemu dengan seorang teman dan mampir di
kafe untuk minum kopi. Sewaktu Anda membayar minuman, teman Anda melihat dompet
Anda penuh uang.
Apakah Anda akan merasa
malu dan buru-buru menjelaskan ke teman Anda alasan Anda membawa uang sebanyak
itu, atau apakah Anda merasa nyaman membawa uang itu dan tidak mengatakan
apa-apa kepadanya?
(AGAR BISA MEMPEROLEH
UANG ATAU MENABUNGNYA ANDA HARUS MERASA NYAMAN DENGANYA. Jika Anda merasa tidak
enak membawa atau memilikinya, dengan atau tanpa sadar Anda akan benar-benar
tidak memilikinya.)
Dan jika teman Anda ingin meminjam uang dari Anda apakah
anda akan memberikannya atau
meminjamkannya padahal Anda sendiri juga membutuhkannya?
Situasi
B
Di sebuah pesta, Anda
bertemu seseorang yang dengan sungguh-sungguh mengatakan, tanpa menyombongkan
diri, bahwa ia bisa memperolehuang dengan begitu mudah karena uang mengalir
dari terlinganya. Bagaimana pendapat Anda tentang orang ini dan tentang pendapatnya.
(AGAR KAYA, KITA PERLU
MERASA SENANG MELIHAT KAMAKMURAN ORAN LAIN. Jika jauh dalam lubuk hati
Anda-Anda menganggap orang kaya tidak baik hatinya, Anda akan tetapii miskin
karena Anda tidak membenci diri sendiri, bukan?)
Situasi
C
Anda sedang berbelanja
dengan seorang teman dan ternyata dompet Anda ketinggalan dirumah. Teman Anda
bisa meminjami Anda uang siang itu. Bagaimana perasaan Anda meminjam 50 dolar
darinya? Apakah Anda lebih suka pulang dan mengambil dompet Anda?
(yang penting bagi
kemakmuran Anda adalah Anda merasa layak ditolong. YANG PENTING ADALAH ANDA
MERASA LAYAK MENDAPAT PERTOLONGAN, (DAN UANG) KARENA KEMAMPUAN ANDA MENERIMA
MENENTUKAN KEMAKMURAN ANDA.)
Situasi
D
ketika merogoh ke dalam
saku, Anda measa uang sejumlah dua puluh dolra Anda hilang. Apakah Anda
diam-diam berkata, “Ah, biarlah, mungkin orang lain lebih memerlukan uang itu
daripada saya,” atau apakah Anda menyesali diri tak habis-habisnya karena
kehilangan uang untuk membayar sewa itu?
(APABILA KITA TERLALU
TERIKAT DENGAN UANG, KITA AKAN SULIT MEMPEROLEH DAN MEMPERTAHANKANNYA.)
Situasi
E
Bayangkan uang yang
Anda hasilkan dalam satu bulan lebih banyak dari yang dihasilkan ayah Anda
dalam setahun. Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu? Apakah Anda merasa
“bersalah” atas keberhasilan itu. Bagaimana perasaan Anda tentang ayah Anda
yang mengetahui keberhasilan Anda?
(APABILA KESUKSESAN
MEMBUAT ANDA CANGGUNG, ANDA AKAN MENCEGAH DIRI ANDA SENDIRI UNTUK MENCAPAI
KESUKSESAN.)
Situasi
F
Banyak orang
menghubungkan kemiskinan dengan spiritualias. Anggapan mereka adalah menjadi
miskin itu mulia.
Menurut Anda, bagaimana
perasaan tuhan ketika Dia tahu Anda menghasilkan satu juga dolar per tahun?
Apakah menurut Anda Dia akan berkata, “Bukan main rakusnya orang ini!” atau
apakah menurut Anda Dia akan berkata, “Selamat! Kamu pasti telah melakukan
sesuatu dengan baik.”
KEMAKMURAN DAN
KEBEBASAN DARI KEINGINAN MENUNJUKKAN BAHWA KITA, SEBAGAI INDIVIDU, TELAH
MENCAPAI KESEIMBANGAN. Buku-buku spiritual mendorong kita supaya berderma
kepada kaum miskin, bukan bergabung dengan kemiskinan mereka.
Category:
articles