Hai sobat para pembaca ketemua lagi bersama saya si pemberi informasi untuk membuat perubahan kepada Anda-Anda sekalian. Sekarang yanga menjadi topik kita pada hari ini adalah tentang bagimana kita menjadi bagian dari dunia kita ini dalam kehidupan sehari - hari. Kita sangat mudah
terpengaruh oleh orang di sekitar kita. Apakah Anda kenal seseorang yang
tinggal di luar negeri selama setahun atau lebih, dan pulang denganlogat bicara
Negara yang dikunjunginya ? Apakah Anda kenal anak berumur lima tahun yang
bertatih ke sekolah dengan polos dan lugu, dan dalam waktu singkat, mereka tahu
sumpah serapah lebih banyak dibandingkan orang-orang sesusia Anda?
Kita menjadi bagian
dari lingkungan sekitar kita. Tidak seorang pun di antara kita yang kebal
terhadap pengaruh dunia kita, seperti teman-teman kita, keluarga kita,
rekan-rekan kerja kita, televisi, Koran, radio, buku, dan majalah yang kita
baca. Janganlah kita berpura-pura seolah kita tak tersentuh oleh berbagai hal
dan orang dalam hidup kita. Pikiran dan perasaan kita, tujuan dan tindakan kita
terus-menerus dibentuk oleh semua yang ada dan hidup bersama kita.
Fred berangkat ke
tempat kerjanya yang baru di sebuah pabrik. Fred beristirahat sepuluh menit,
sementara rekan-rekannya beristirahat tiga puluh menit. Fred heran, “Kenapa
kalian ini?”
Dua minggu kemudian,
Fred beristirahat dua puluh menit. Sebulan kemudian Fred beristirahat tiga
puluh menit. Fred berdalih, “jika tidak bisa mengalahkan mereka, bergabunglah
dengan mereka. Kenapa akau harus bekerja lebih keras dibandingkan orang lain?”
Sepuluh tahun kemudian,
Fred memiliki waktu istirahat terlama di pabrik itu. Ia telah mengadopsi sikap
rekan-rekan kerjanya.
Hal yang paling menarik
dari menjadi seorang manusia adalah pada umumnya kita tidak menyadrai adanya
perubahan dalam jiwa kita. Yang terjadi adalah sama seperti kalau kita kembali
ke tengah-tengah kabut asap di kota setelah beberapa minggu menghirup udara
segar di pegunungan. Pada saat itulah kita menyadari bahwa kita telah terbiasa
dengan udara yang buruk.
Bargaullah dengan
orang-orang kritis dan kita pun belajar mengritik. Bergaullah dengan
orang-orang yang bahagia dan kita pun belajar tentang kebahagiaan. Bergaullah
dengan orang-orang yang hidupnya kacau balau dan hidup kita pun akan kacau
balau. Bergaullah dengan orang yang antusias dan kita pun menjadi antusias.
Bergaul dengan petualang membantu kita menjadi petualang pula dan orang yang
makmur membangkitkan semangat kita unutk menjadi makmur.
Ini semua berarti bahwa
kita perlu memutuskan apa yang kita inginkan dari hidup ini dan kemudian
memilih teman-teman yang sesuai dengan keinginan itu. Anda mungkin berkata,
“Itu pasti membutuhkan usaha dan mungkin tidak menyenangkan. Aku mungkin
menyinggung perasaan teman-temanku yang sekarang.” Betul! Tetapi ini adalah
hidup Anda!
Fred mungkin berkata,
“Saya selalu kehabisan uang, sering tertekan, punya pekerjaan yang membosankan,
sering sakit, tidak punya tujuan dan saya tidak pernah melakukan hal-hal yang
menarik.” Lalu kita menemukan bahwa teman-teman dekat Fred selalu tidak punya
uang, sering tertekan, mempunyai pekerjaan yang membosankan, sering sakit,
tanpa tujuan dan berharap hidup ini lebih menyenangkan. Ini bukan kebetulan.
Juga bukan urusan kita untuk menilai Fred. Bagaimanapun juga, jika Fred ingin
memperbaiki kualitas hidupnya, langkah pertama yang harus dilakukannya adalah
mengetahui apa yang telah berlangsung selama ini.
Tidak mengherankan jika
mereka yang berprofesi sebagai dokter memiliki kesehatan yang buruk karena
mereka menghabiskan waktu di sekitar orang-orang yang sakit. Para psikiater
mempunyai dorongan bunih diri yang tinggi karena alasan-alasan yang sama.
Secara tradisional, Sembilan dari sepuluh anak yang orangtuanya merokok, juga
merokok. Obesitas sebgaian adalah masalah lingkungan. Orang miskin mempunyai
teman-teman yang miskin. Orang kaya mempunyai teman-teman yang kaya. Orang sukses
mempunyai teman-teman yang sukses. Dan begitu seterusnya.
Rangkuman
BILA ANDA SERIUS INGIN
MENGUBAH HIDUP ANDA, SERIULAH MENGUBAH SEMUA YANG MENGELILINGI ANDA.
